Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) Tangerang Selatan, Tamsil Linrung, menyampaikan permintaan maaf terbuka terkait dua kasus yang menimpa siswanya, yaitu dugaan perundungan dan pelecehan dalam kegiatan Pramuka pada akhir Agustus lalu. Pihak sekolah menyatakan mendukung penuh proses hukum dan berkomitmen mengawal kasus hingga tuntas tanpa intervensi dari pihak mana pun.
Tamsil menegaskan tidak ada perlakuan istimewa bagi pelaku, apa pun latar belakang orang tuanya, serta menekankan tidak ada ruang bagi tindakan yang menciderai kemanusiaan dan keselamatan anak di lingkungan ICM. Pihak sekolah juga akan memberikan pendampingan dan pemulihan bagi korban beserta keluarganya.
Meski mengakui pengelolaan sekolah berasrama tidak sederhana, Tamsil menegaskan kerumitan tersebut tidak akan dijadikan alasan untuk lepas dari tanggung jawab. Kasus ini menjadi sorotan publik terkait penanganan kekerasan dan pelecehan di lingkungan pendidikan.