Kementerian ESDM memastikan antrean panjang pembelian BBM di Bali akan selesai paling lambat besok. Dirjen Migas Laode Sulaeman menyatakan kapal pengangkut BBM yang sebelumnya terlambat telah tiba, dan distribusi ke SPBU dilakukan 24 jam nonstop. Penyebab antrean adalah keterlambatan kapal dan kendala distribusi akibat musim, bukan karena stok menipis. Stok BBM nasional disebut aman untuk 18-20 hari.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mempercepat pemulihan pasokan dengan mengoptimalkan pengiriman 24 jam dan skala prioritas SPBU. Kapal MT Kalsogun pengangkut Pertalite dan Biosolar telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran, dan pasokan tambahan hingga 26.200 kiloliter dijadwalkan pada 12, 14, dan 16 Oktober. Konsumsi Pertalite di Bali sekitar 2.200 KL per hari.
Antrean panjang terjadi sejak Senin (12/10) akibat kekosongan stok Pertalite yang membuat pembeli beralih ke Pertamax. Kepolisian turun tangan mengantisipasi kemacetan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.