Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyosialisasikan Program Jabar Sakola (PJS), sebuah terobosan bantuan pendidikan yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah. Sosialisasi digelar di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, dan dihadiri seluruh bidang di lingkungan Disdik Jabar serta perwakilan KCD Pendidikan Wilayah I-XIII.
Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Mohammad Ibrahim, menyatakan bahwa PJS merupakan transformasi dari program beasiswa sebelumnya. Untuk memastikan tepat sasaran, data penerima dipadankan secara presisi dengan DTKS agar tidak terjadi duplikasi dengan bantuan pusat seperti PIP atau PKH.
Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menegaskan komitmen verifikasi faktual di lapangan oleh 13 KCD. Program ini terbagi dalam empat skema bantuan utama bagi siswa SMA, SMK, dan SLB, meliputi PJS Personal, PJS Operasional, PJS Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK), dan satu skema lainnya.
PJS Personal ditujukan bagi siswa dari keluarga rentan Desil 1 yang tidak menerima PKH/PIP untuk kebutuhan personal seperti seragam, buku, dan transportasi. PJS Operasional memberikan keringanan SPP bagi siswa kelas 11 dan 12 di sekolah swasta kategori Desil 1 dan 2, dengan fasilitas khusus untuk SLB swasta tanpa melihat kriteria desil.