Faturohman (18), pelajar yang menjadi korban penganiayaan saat kericuhan di Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, dikenal sebagai sosok santun dan berprestasi.
Menurut guru agamanya, Ahmad Fahmi, Fatur merupakan siswa kelas XII MA Jamiat Kheir yang piawai dalam tilawah Al Quran dan rutin mengikuti perlombaan MTQ.
Ia juga disebut sebagai qori multitalenta yang memiliki cita-cita di luar bidang keagamaan, yakni menekuni dunia kreatif digital.
Fatur diketahui sedang belajar editing video karena bercita-cita untuk menjadi seorang konten kreator di masa depan.