Perebutan bisnis tambang emas ilegal senilai Rp 12 triliun memicu kekerasan di Wedela, dengan insiden penembakan yang menewaskan 18 orang. Warga setempat menjadi korban dalam konflik antar gangster yang bersaing menguasai tambang emas tersebut. Peristiwa ini mencuatkan kembali persoalan tambang ilegal dan lemahnya penegakan hukum di sektor pertambangan.