Google Bawa Chip AI ke Luar Angkasa, Uji Pusat Data Orbital lewat Project Suncatcher

Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 19.51
Google Bawa Chip AI ke Luar Angkasa, Uji Pusat Data Orbital lewat Project SuncatcherIlustrasi (Auto-Generated)

Sumber Berita Asli

Aktualita.co

Baca di Website Asli ↗
Google meluncurkan prototipe satelit yang membawa empat chip AI Tensor Processing Unit (TPU) ke orbit rendah Bumi melalui Project Suncatcher pada 1 Oktober 2026, bekerja sama dengan Planet dan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Eksperimen ini bertujuan menguji ketahanan chip AI terhadap radiasi, suhu ekstrem, pendinginan, dan pasokan energi di luar angkasa. Salah satu tantangan terbesar adalah pendinginan, karena kondisi ruang hampa menyulitkan pembuangan panas. Google menggunakan material termal, heat pipe, dan radiator, serta mengatur waktu kerja chip agar suhu tetap aman. Perusahaan juga menguji ketahanan TPU terhadap radiasi yang dapat menyebabkan bit flip dan memengaruhi kinerja perangkat. Project Suncatcher merupakan program riset untuk mempelajari kemungkinan membangun infrastruktur komputasi AI berbasis satelit yang saling terhubung seperti pusat data orbital. Keuntungan utamanya adalah akses energi Matahari yang lebih konsisten, namun komunikasi antar satelit akan mengandalkan teknologi laser optik berpresisi tinggi. Saat ini eksperimen masih tahap awal dan belum menjadi pusat data AI komersial. Google fokus mengumpulkan data untuk menilai kelayakan pengembangan skala lebih besar, dengan tantangan biaya peluncuran, pemeliharaan, pendinginan, radiasi, dan risiko kerusakan perangkat.

Berita Terkait Lainnya