Rumah yang menggunakan Bata Interlock Presisi (BIP) SIG di Perumahan Sunrise City Maros, Sulawesi Selatan, resmi diperkenalkan. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat proses pembangunan rumah hingga menjadi maksimal satu bulan, jauh lebih cepat dibandingkan metode konstruksi standar yang membutuhkan waktu empat sampai lima bulan.
Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, menjelaskan keunggulan teknologi ini terletak pada tingkat presisi pemasangannya. Selain memangkas waktu, metode ini juga berpotensi mengurangi biaya konstruksi, terutama komponen tenaga kerja (tukang), yang dinilai dapat membantu masyarakat menjangkau hunian yang lebih terjangkau.
Rumah yang diresmikan ini mengusung desain modern terinspirasi dari hunian Eropa. Direktur Utama PT Nusantara Land Development, Tri Wijaya, memilih Maros sebagai lokasi pengembangan karena posisinya strategis yang dekat dengan Makassar dan Bandara Sultan Hasanuddin.
Pihak pengembang berharap teknologi Bata Interlock Presisi ini dapat diperluas, khususnya untuk proyek rumah subsidi di masa depan. Upaya ini merupakan bagian dari solusi konstruksi dari Semen Indonesia Group untuk memenuhi kebutuhan hunian di wilayah Indonesia Timur.