Pemerintah daerah di wilayah Tangerang Raya menyiapkan mitigasi dini menghadapi potensi banjir pada 2027. Persiapan dilakukan melalui penurapan, normalisasi sungai, serta pemeliharaan pompa dan kolam retensi. Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyatakan bahwa Rancangan APBD 2027 mengalokasikan belanja untuk operasional dan pemeliharaan 21 polder/kolam retensi serta 145 stasiun pompa, pembangunan kolam retensi, pemeliharaan drainase, dan normalisasi sungai sepanjang 13,5 kilometer. Penanganan banjir 2027 tidak hanya mengandalkan satu jenis infrastruktur, tetapi menggabungkan intervensi pada drainase, sungai, pompa, kolam retensi, hingga tanggul.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, juga mempercepat mitigasi banjir melalui normalisasi sungai dan pembangunan turap di sejumlah titik rawan sebelum musim penghujan. Langkah ini bertujuan memastikan kelancaran aliran air dan melindungi kawasan permukiman warga. Sachrudin menegaskan mitigasi harus dilakukan secara berkelanjutan dan sejak dini agar infrastruktur siap menghadapi peningkatan debit air saat hujan lebat. Melalui Dinas PUPR, pembenahan difokuskan pada normalisasi sungai untuk mengeruk sedimentasi dan pembangunan turap untuk memperkuat tebing penahan air.