Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia mengungkapkan bahwa sekitar 7.000 tentara bayaran asing dari lebih dari 70 negara ikut berperang di pihak Ukraina melawan Rusia.
Kelompok terbesar diklaim berasal dari Kolombia, Polandia, Meksiko, Brasil, dan Finlandia, sementara partisipasi warga AS dan Georgia tercatat semakin menurun.
Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan akan terus menyerang pasukan bayaran asing tersebut, seraya menuding otoritas Ukraina sengaja mengorbankan mereka.
Para tentara asing juga dilaporkan mengeluhkan kurangnya koordinasi dengan militer Ukraina, yang membuat kondisi bertahan hidup di Ukraina lebih sulit dibandingkan konflik di Afghanistan atau Timur Tengah.