Wilayah otonom Bougainville, bagian dari Papua Nugini (PNG) yang berada di kawasan Pasifik dekat Indonesia, menuntut kemerdekaan penuh pada 2030. Presiden Bougainville Ishmael Toroama menetapkan tenggat waktu politis tegas untuk wilayah tersebut berpisah dari PNG.
Rencananya, Bougainville akan bertransisi menuju pemerintahan mandiri pada 2027 sebelum meraih kemerdekaan penuh pada 2030. Langkah ini didasarkan pada Perjanjian Perdamaian Bougainville, Konstitusi PNG, serta kesepakatan pasca-referendum yang berjalan lebih dari dua dekade.
Tahap persiapan hingga September 2027 akan difokuskan pada penguatan institusi, tata kelola, keamanan, dan kesiapan ekonomi. Toroama menegaskan bahwa tuntutan ini berakar pada komitmen hukum dan hasil referendum yang memilih kemerdekaan, bukan sekadar emosi.
Meski demikian, ia tetap berkomitmen menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama yang baik dengan Pemerintah PNG. Toroama juga mengimbau seluruh rakyat Bougainville untuk tetap bersatu dan menjaga perdamaian selama proses transisi berlangsung.