Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyebut ketegangan yang sempat terjadi di lokasi sidang pleno di Jombang merupakan bagian dari dinamika biasa dalam perhelatan besar organisasi.
Ketegangan tersebut dipicu oleh tuntutan sekelompok massa yang menolak Peraturan Perkumpulan (Perkum) terkait syarat calon ketum PBNU. Aturan tersebut melarang pengurus partai politik mencalonkan diri dalam waktu satu tahun terakhir dan dinilai berpotensi diskriminatif.
Aksi massa sempat memicu saling dorong dengan petugas keamanan hingga merusak sejumlah fasilitas. Gus Ipul meminta publik tidak menyimpulkan peristiwa itu secara parsial karena seluruh area dipantau CCTV dan situasi telah kembali kondusif.
Ia menegaskan panitia hanya memfasilitasi kelancaran acara, sementara keputusan tertinggi tetap berada di tangan peserta muktamar. Pihak yang berselisih kini telah duduk bersama untuk bermusyawarah mencari jalan terbaik.