Pengamat politik Boni Hargens meyakini aparat keamanan nasional, termasuk Polri, TNI, dan BIN, telah memiliki strategi kolaborasi matang untuk menghadapi demonstrasi besar di Jakarta. Ia menilai rumor potensi kekacauan merupakan dinamika narasi publik yang memerlukan respons proporsional.
Meski situasi tampak terkendali, Boni mengingatkan agar kewaspadaan tidak kendur. Ia menyoroti pentingnya teori "Black Swan" dalam analisis keamanan, yang mengingatkan adanya peluang peristiwa tak terduga berdampak besar, sehingga perencanaan skenario terburuk tetap krusial.
Polda Metro Jaya telah menyiapkan personel di berbagai titik, seperti kompleks parlemen dan area Bundaran HI menuju Istana, dengan koordinasi bersama TNI dan Pemprov DKI. Jumlah personel penjagaan disiapkan lebih banyak dari perkiraan massa aksi.
Sebelum aksi, sejumlah massa dari aliansi seperti AMPB dan ARIB, bersama pengemudi ojek daring, tampak menyiapkan spanduk dan atribut tuntutan di lokasi. Semua pihak diimbau merespons situasi ini secara cermat tanpa memperkeruh suasana.