KAI Group menerapkan pendekatan "Safety at Scale" untuk menghadapi peningkatan mobilitas dan jumlah penumpang kereta api. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, KAI melayani 307,86 juta pelanggan, naik 8,32% dibandingkan periode sebelumnya.
Fokus utama pendekatan ini adalah pada perlintasan sebidang yang merupakan titik interaksi paling kompleks. KAI telah melakukan pemetaan terhadap 1.214 titik perlintasan, di mana 43 di antaranya dikategorikan sebagai risiko tinggi.
Untuk tahun 2026, KAI menetapkan 190 titik prioritas peningkatan keselamatan di sembilan Daop dan empat Divre, mencakup peningkatan sarana fisik, SDM, hingga teknologi. Selain itu, 172 lokasi perlintasan sebidang telah berhasil ditutup sesuai target program.
KAI juga menekankan pentingnya partisipasi publik, disiplin pengguna jalan, dan koordinasi antarinstansi sebagai pelengkap kemajuan teknologi dan fasilitas dalam mewujudkan sistem transportasi yang aman.