KBRI Tokyo Perkuat Kapasitas Indonesia Kembangkan Energi Nuklir | LPP RRI

Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 06.40
KBRI Tokyo Perkuat Kapasitas Indonesia Kembangkan Energi Nuklir | LPP RRI

Sumber Berita Asli

Berita Pusat Pemberitaan Hari Ini | LPP RRI

Baca di Website Asli ↗
KBRI Tokyo memperkuat kapasitas Indonesia dalam pemanfaatan energi nuklir yang aman dan bertanggung jawab melalui pelatihan teknologi reaktor modular kecil (SMR) di Jepang pada 5–9 Oktober 2026. Program bertajuk Japan–US Training Program on Responsible Use of SMR Technology for Indonesia ini diselenggarakan bersama AOTS dan JAIF International Cooperation Center (JICC), diikuti 16 peserta dari sejumlah kementerian, lembaga, dan perusahaan energi nasional. Dubes RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, menekankan transisi energi perlu memperkuat ketahanan energi nasional dengan listrik yang andal, terjangkau, dan rendah karbon. Ia menyebut pengembangan nuklir harus diikuti penguatan kapasitas nasional agar berlangsung aman, layak secara ekonomi, serta mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kepercayaan publik untuk tujuan damai. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 mencakup pengembangan PLTN berkapasitas total 500 megawatt, dengan kapasitas awal 250 megawatt pada 2032. Pelatihan ini bagian dari kerja sama Jepang–AS melalui program FIRST dalam kerangka Future-Oriented Co-Creation Program for the Global South yang didukung METI, serta sejalan dengan Memorandum Kerja Sama Indonesia–Jepang di sektor energi nuklir yang ditandatangani 15 Maret 2026. Selama 6–9 Oktober 2026, peserta dijadwalkan mengunjungi fasilitas energi nuklir di Jepang di bidang industri, edukasi, dan pelatihan, serta mengikuti diskusi kesiapan pengembangan PLTN. Kegiatan ini mengacu pada pendekatan bertahap IAEA Milestones Approach dan diharapkan menjadi bekal menentukan prioritas serta langkah tindak lanjut pengembangan energi nuklir Indonesia secara aman dan bertanggung jawab.

Berita Terkait Lainnya