Gubernur Lemhannas RI: Kesadaran Geopolitik Bukan Sekadar Milik Diplomat

Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 16.46
Gubernur Lemhannas RI: Kesadaran Geopolitik Bukan Sekadar Milik Diplomat

Sumber Berita Asli

WARTAWAN.CO.ID - Berita Terbaru

Baca di Website Asli ↗
Gubernur Lemhannas RI, TB. Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa kesadaran geopolitik bukan hanya milik diplomat, melainkan kompetensi yang perlu dimiliki setiap warga negara, terutama generasi muda. Hal ini disampaikannya dalam kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan tema "Membangun Kesadaran Geopolitik Generasi Muda: Memahami Dunia, Menentukan Posisi, Memberi Kontribusi". Ace menjelaskan bahwa kesadaran geopolitik adalah kemampuan membaca, memahami, dan merespons dinamika global secara kritis dan strategis. Ia mencontohkan dampak konflik Iran-Israel yang mengganggu Selat Hormuz dan meningkatkan biaya logistik hingga 150-200 persen, serta longsor di tambang Grasberg yang memengaruhi pasokan tembaga dunia, sebagai bukti bahwa dinamika global berdampak langsung pada Indonesia. Untuk membangun kesadaran tersebut, Ace mengajak generasi muda mengajukan lima pertanyaan kritis terhadap setiap informasi: apa yang terjadi, mengapa, siapa yang berkepentingan, apa dampaknya bagi bangsa, dan tindakan apa yang dapat dilakukan. Ia juga menyoroti lima kemampuan yang perlu dimiliki menuju Indonesia Emas 2045: kesadaran strategis, berpikir kritis, pemahaman kepentingan nasional, kompetensi global, dan literasi digital. Dengan populasi generasi muda usia 15-29 tahun mencapai 66 juta jiwa, Ace berharap ITB terus mencetak pemimpin yang adaptif dan kompetitif. Ia menekankan bahwa geopolitik bukan hanya tentang peristiwa dunia, tetapi juga cara memahami dampaknya bagi Indonesia, dan mengajak generasi muda menjadi aktor yang berkontribusi nyata bagi ketahanan nasional.

Berita Terkait Lainnya