Seorang wanita berusia 50 tahun di Jepang mengalami kelumpuhan pernapasan dan harus bergantung pada ventilator setelah ahli bedah di Rumah Sakit Universitas Kyoto salah mengangkat jaringan sehat di otaknya, bukan tumor jinak yang seharusnya dioperasi. Operasi kompleks selama 10 jam yang melibatkan tiga ahli bedah dan dipimpin dokter veteran berpengalaman lebih dari 20 tahun itu tetap berlanjut meski biopsi awal menunjukkan jaringan yang diangkat bukan tumor. Akibatnya, batang otak yang mengontrol pernapasan dan gerakan rusak, sementara tumor masih utuh. Pihak rumah sakit telah meminta maaf dan berjanji menyelidiki penyebab serta mencegah kejadian serupa, termasuk menerapkan sistem verifikasi berlapis dalam operasi tumor.