Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global. Rupiah sempat menembus level Rp18.000 per Dolar AS, mencerminkan tingginya ketidakpastian di pasar keuangan. BI mengungkapkan faktor eksternal menjadi penyebab utama pelemahan tersebut. Meski demikian, BI terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan rupiah.