Cegah Krisis BBM 2027, RI Perlu Inovasi Hulu Migas & Tata Subsidi

Selasa, 29 September 2026 pukul 11.40
Cegah Krisis BBM 2027, RI Perlu Inovasi Hulu Migas & Tata Subsidi

Sumber Berita Asli

Bloomberg Technoz - Berita Ekonomi dan Bisnis Terbaru Hari Ini

Baca di Website Asli ↗
Praktisi senior industri migas, Hadi Ismoyo, memperingatkan bahwa ancaman krisis bahan bakar minyak (BBM) global yang diproyeksi berlanjut hingga 2027 harus diwaspadai serius. Indonesia saat ini mengimpor crude oil dan BBM sekitar 800.000 hingga 1 juta barel per hari, sehingga sangat rentan terhadap gejolak pasokan dan harga minyak mentah. Hadi menegaskan pemerintah dan pemangku kepentingan energi perlu segera mengambil langkah cepat dan terukur melalui dua strategi utama: terobosan masif di sektor hulu migas serta penataan penyaluran BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran. Untuk hulu migas, ia menyarankan percepatan program enhanced oil recovery (EOR) berbasis chemical flooding dan injeksi CO2 di lapangan-lapangan tua (brownfields). Hal ini penting karena penurunan produksi alamiah lapangan eksisting mencapai 15% hingga 20% per tahun. Penerapan teknologi EOR secara komersial di kawasan potensial seperti Blok Rokan atau Pertamina EP dinilai sebagai keharusan mutlak untuk mencegah krisis BBM pada 2027.

Berita Terkait Lainnya