Harga emas dunia anjlok ke level terendah dalam tujuh pekan, turun lebih dari 4% ke US$4.111 per troy ounce. Penurunan ini didorong oleh kebuntuan perundingan AS-Iran terkait Selat Hormuz yang menjaga harga energi tinggi, serta kenaikan imbal hasil US Treasury yang mengurangi daya tarik aset non-yield seperti emas.
Kenaikan harga minyak mendekati US$110 per barel dan melonjaknya imbal hasil obligasi 10 tahun ke level tertinggi hampir dua dekade memperkuat spekulasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga. Pasar memperhitungkan kenaikan suku bunga sekitar 100 basis poin ke depan.
Logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium juga mengalami koreksi tajam seiring tekanan makroekonomi yang masif. Analis MKS PAMP, Nicky Shiels, menilai emas menghadapi "lingkungan yang sangat sulit" dalam jangka pendek.
Kombinasi geopolitik yang memanas dan kebijakan moneter yang ketat menciptakan tekanan ganda bagi komoditas safe haven, menggeser sentimen investor ke aset berbasis imbal hasil.