Harga emas dunia ambruk hampir 4% pada Senin (28/9/2026), ditutup di US$ 4.127,3/troy ons, level terendah sejak 5 Agustus. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak Brent yang naik 1,6% ke US$ 105,99/barel akibat ketegangan di Timur Tengah, khususnya gagalnya pembicaraan damai AS-Iran soal Selat Hormuz. Kenaikan harga energi berpotensi memperburuk inflasi global, sehingga bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan. Kondisi ini menimbulkan dilema bagi investor: menjual atau membeli emas di tengah tekanan pasar.