Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tengah menyusun strategi untuk mengakselerasi penyaluran KPR Subsidi FLPP pada sisa Tahun Anggaran 2026. Hingga kini, realisasi baru mencapai 160.070 unit atau 45,73 persen dari target, sehingga diperlukan upaya ekstra dalam tiga bulan terakhir.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan potensi permintaan dan ketersediaan hunian bersama mitra kerja. Berdasarkan data internal, terdapat potensi peminatan 48.679 unit yang jika terealisasi akan mendongkrak total penyaluran menjadi 208.749 unit.
Heru menjelaskan masih terdapat surplus ketersediaan hunian dari data pengembang, mencakup kavling, booking, dan ready stock. Realisasi saat ini terdiri dari 160.053 unit rumah tapak dan 17 unit rumah susun. BP Tapera menyoroti potensi besar dari calon debitur berpendapatan tetap seperti ASN, pekerja swasta, dan buruh karena dinilai lebih mudah lolos verifikasi perbankan.
Selain mendorong permintaan, BP Tapera akan mengejar stok siap huni dari pengembang, termasuk mengimbangi ketersediaan rumah susun dengan permintaan. Peningkatan kolaborasi data antara pengembang, bank penyalur, dan BP Tapera diharapkan dapat mengurangi kesenjangan dan meningkatkan realisasi penyaluran.