Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan strategi untuk meningkatkan penyaluran KPR Subsidi FLPP tahun anggaran 2026. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyebut realisasi penyaluran saat ini mencapai 160.070 unit atau 45,73 persen, dengan potensi demand 48.679 unit sehingga total capaian berpotensi menjadi 208.749 unit.
BP Tapera telah memetakan supply dan demand bersama mitra kerja, dan melihat surplus ketersediaan hunian. Strategi lain adalah menyasar calon debitur berpenghasilan tetap seperti ASN, pekerja swasta, dan buruh yang dinilai lebih berpotensi lolos verifikasi perbankan.
Heru menekankan pentingnya kolaborasi data intensif antara pengembang, bank penyalur, dan BP Tapera untuk mengurangi gap serta meningkatkan realisasi dalam tiga bulan tersisa. Selain itu, ready stock dari pengembang dan rumah susun juga perlu dikejar.
Dibandingkan tahun lalu, capaian FLPP tahun ini menunjukkan pertumbuhan secara year-on-year per bulan, meski realisasi 2025 didorong keterbatasan kuota 2024 dan carry over tahun sebelumnya.