Anggota Komisi XI DPR RI Fathi mendorong Bank Indonesia (BI) untuk mengembangkan mekanisme yang memungkinkan riwayat transaksi QRIS menjadi basis analisis perbankan dalam menilai potensi dan kemampuan usaha pelaku UMKM. Menurutnya, data transaksi QRIS dapat memberikan gambaran aktivitas dan skala ekonomi UMKM, sehingga membantu perbankan mengidentifikasi pelaku usaha yang belum tersentuh layanan perbankan sekaligus memperluas akses pembiayaan.
Fathi mengusulkan agar BI menyusun mekanisme yang memungkinkan historical transaction QRIS menjadi bahan analisis bagi perbankan. Pemanfaatan data tersebut dinilai dapat mendorong lebih banyak UMKM menggunakan QRIS karena memiliki nilai tambah dalam membuka akses terhadap layanan perbankan.
Ia juga mengapresiasi BI yang mampu menjaga stabilitas sistem moneter di tengah kondisi eksternal global. Menurutnya, perluasan akses pembiayaan penting untuk mendorong UMKM berkembang dan naik kelas.
Sebagai informasi, hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant dengan 96,68 persen di antaranya UMKM. BI menilai QRIS bukan lagi sekadar alat pembayaran digital, tetapi sudah menjadi pintu masuk utama UMKM ke ekosistem keuangan digital.