Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mendorong peserta didik Indonesia membangun budaya sains sejak dini melalui rasa ingin tahu, keberanian bertanya, dan kemampuan menjawab berdasarkan data.
Ia menekankan bahwa sains tidak selalu harus dimulai dari pertanyaan tentang manfaat langsung. Contohnya, penemuan seperti sinar X, GPS, dan Google bermula dari riset akademik yang penerapannya baru ditemukan jauh setelahnya.
Stella menyebut kebiasaan sains dapat dilatih di sekolah lewat persoalan sederhana, seperti meneliti jumlah sampah di kantin. Pendekatan berbasis riset ini juga dinilai relevan untuk menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan secara sistematis.
Lebih lanjut, ia menegaskan riset adalah motor pertumbuhan ekonomi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara peneliti, perguruan tinggi, dan industri untuk meningkatkan skala hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas.