Panen lebih banyak, emisi lebih sedikit? Lab Singapura uji cara baru tanam beras di Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 17.20
Panen lebih banyak, emisi lebih sedikit? Lab Singapura uji cara baru tanam beras di Indonesia

Sumber Berita Asli

Latest News

Baca di Website Asli ↗
Ilmuwan dari Temasek Life Sciences Laboratory (TLL) Singapura menguji coba metode bertani baru di Indonesia, Laos, dan India untuk meningkatkan hasil panen padi sekaligus mengurangi emisi gas metana. Metode ini mencakup penggunaan pupuk racikan khusus, varietas padi tahan cuaca, dan teknik pengairan basah-kering (AWD). Di Indonesia, uji coba yang melibatkan sekitar 170 petani di Grobogan, Jawa Tengah, menunjukkan hasil sangat positif. Hasil panen meningkat dari rata-rata 6-7 ton menjadi 8-9 ton per hektar, sementara penggunaan air dan emisi gas rumah kaca berkurang sekitar sepertiga dari metode tradisional. Tantangan utama dalam proyek ini adalah meyakinkan petani tradisional yang takut gagal panen jika mengubah cara turun-temurun. Melalui pendekatan musyawarah, edukasi, dan penyediaan benih serta pupuk awal gratis, petani akhirnya terbuka setelah melihat langsung kualitas tanaman yang lebih subur. Ke depan, proyek ini akan dilanjutkan ke tahap uji coba berikutnya dengan target memperluas skala produksi hingga satu juta ton beras. Petani juga berpotensi mendapat tambahan pendapatan melalui pembagian 70 persen hasil dari kredit kompensasi karbon.

Berita Terkait Lainnya