Kebiasaan mengambil "screenshot" bisa memicu gangguan ingatan

Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 09.02
Kebiasaan mengambil "screenshot" bisa memicu gangguan ingatan

Sumber Berita Asli

Berita Terkini - ANTARA News

Baca di Website Asli ↗
Penelitian dari Binghamton University mengungkapkan bahwa kebiasaan mengambil screenshot di ponsel dapat memicu gangguan ingatan atau 'digital amnesia'. Fenomena ini disebut sebagai photo-taking impairment effect, di mana orang yang mengambil gambar justru mengingat lebih sedikit informasi dibandingkan mereka yang hanya melihatnya. Masalah ini muncul ketika seseorang mengambil tangkapan layar tetapi tidak pernah meninjaunya kembali. Menurut peneliti, gambar yang hanya disimpan tanpa ditinjau ulang tidak akan memberikan manfaat apa pun bagi daya ingat penggunanya. Terdapat tiga teori yang menjelaskan fenomena ini, yakni perhatian terbagi (divided attention), pelimpahan kognitif (cognitive offloading), dan pelepasan perhatian (attentional disengagement). Ketiganya membuat otak mengalihkan sumber daya kognitif dan berasumsi informasi sudah tersimpan secara permanen di tempat lain. Sebagai solusi, para peneliti menyarankan untuk menuliskan informasi secara manual daripada sekadar mengambil screenshot. Proses menulis dipercaya memaksa otak memproses informasi sehingga daya ingat terhadap hal tersebut menjadi lebih kuat.

Berita Terkait Lainnya

Kebiasaan mengambil "screenshot" bisa memicu gangguan ingatan - Sains - Feedify