Suhu panas ekstrem yang melanda telah memaksa para petani untuk mengubah jadwal panen mereka menjadi di malam hari. Kondisi cuaca siang yang diibaratkan seperti "neraka" ini dinilai terlalu berbahaya untuk aktivitas pertanian.
Akibatnya, para petani tomat terpaksa memanen hasil tani mereka secara gelap-gelapan, hanya dengan mengandalkan penerangan seadanya. Langkah ini diambil sebagai bentuk adaptasi dan upaya mitigasi demi melindungi diri dari terik matahari yang menyengat.