Gerhana Bulan Sebagian akan terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2026, dengan puncak gerhana pada pukul 11.14 WIB. Namun, fenomena astronomi ini tidak dapat disaksikan langsung dari seluruh wilayah Indonesia.
Berdasarkan keterangan BMKG, ketidakmampuan pengamatan ini disebabkan oleh posisi geometris Bulan yang berada di bawah horizon selama rangkaian gerhana berlangsung, bukan karena faktor cuaca. Bulan telah terbenam saat gerhana terjadi di waktu pagi hingga siang hari di Indonesia.
Peristiwa ini merupakan gerhana sebagian dengan magnitudo umbra 0,93, di mana 93 persen diameter Bulan masuk ke bayangan inti Bumi. Wilayah yang dapat menyaksikan gerhana ini secara langsung mencakup sebagian besar Benua Amerika, Afrika, Eropa, dan sebagian Asia Tengah serta Timur Tengah.
Meski tak dapat dilihat langsung, masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti peristiwa ini melalui siaran langsung resmi dari observatorium atau lembaga antariksa seperti NASA. Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan aman dipantau dengan mata telanjang.