Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan tepung singkong sebagai bahan retardan alternatif untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menindaklanjuti persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Teknologi ini, bernama CASSA-P, mengombinasikan pati singkong termodifikasi dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan wetting agent.
Campuran ini bekerja dengan meningkatkan daya rekat dan retensi air pada permukaan vegetasi, serta membentuk lapisan char karbon yang menghalangi perpindahan panas dan oksigen. Mekanisme ini efektif untuk mendinginkan bahan bakar, menekan laju perambatan api, dan membantu respons awal penanganan kebakaran.
Teknologi CASSA-P tidak menggantikan metode pemadaman eksisting, melainkan berfungsi sebagai pendukung untuk pengendalian penyebaran dan perlindungan area strategis. Formulasi ini potensial disemprotkan melalui udara maupun darat dengan mencampurkannya ke dalam tangki air pemadam.
Meski berbasis biomassa terbarukan, BRIN menekankan bahwa formulasi ini masih perlu menjalani pengujian laboratorium dan lapangan secara menyeluruh. Aspek keselamatan lingkungan, seperti tingkat toksisitas, biodegradabilitas, dan dampaknya terhadap organisme tanah dan air, harus divalidasi sebelum diaplikasikan secara massal.