Pemerintah melalui pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) telah dinyatakan siaga untuk menghadapi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Langkah antisipasi ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan medis dalam merespons dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi.
Kondisi kabut asap akibat karhutla sangat berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat di area terdampak. Oleh karena itu, fasilitas kesehatan tingkat pertama ini disiapkan untuk memberikan layanan penanganan cepat dan tepat bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara.