Wakil Rektor Unipdu Jombang, H.M. Zahrul Azhar As'ad atau Gus Hans, berharap para kiai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) memilih calon Ketua Umum PBNU secara independen tanpa intervensi. Hal ini disampaikan menyusul kesepakatan Muktamar NU ke-35 yang mengubah mekanisme pemilihan Ketum melalui pemungutan suara.
Muktamirin menyetujui perubahan mekanisme tersebut dengan sekitar 73 persen suara. Gus Hans menekankan agar para kiai menggunakan pertimbangan jernih dengan melihat rekam jejak calon dan menilai objektif pihak yang menjadi sumber maupun penyelesai masalah di tubuh organisasi.
Ia menilai seluruh kandidat masih memiliki peluang terbuka, dan belum ada sosok yang dapat mengklaim sebagai calon terkuat. Penentuan ini diyakini sangat bergantung pada komunikasi terakhir antara kandidat dan para kiai AHWA.
Di sisi lain, Gus Hans mengingatkan potensi politik uang dan intimidasi yang mungkin terjadi. Ia menduga perubahan sistem pemilihan bisa jadi merupakan bentuk pengondisian oleh pihak tertentu yang merasa berpotensi menang, meski ia menolak menyebutnya sebagai bentuk manipulasi.