Gus Ipang Wahid mengumumkan bahwa KH Imam Jazuli menyatakan kesiapannya untuk dicalonkan sebagai Calon Ketua Umum PBNU. Pernyataan ini disampaikan usai dialog santai yang digelar bersama Gus Ipang.
Pencalonan tersebut memiliki syarat, yakni jika benar-benar dikehendaki oleh muktamirin dari Pengurus Cabang (PC), Pengurus Wilayah (PW), serta Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Gus Ipang menegaskan bahwa langkah ini merupakan panggilan sejarah untuk memajukan NU, bukan sekadar ambisi pribadi.
Gus Ipang menilai Kiai Imam Jazuli sebagai figur yang sangat relevan untuk memimpin NU ke depan karena beberapa alasan mendasar. Sosoknya dinilai mampu meredam friksi internal melalui energi pemersatu, memiliki konsep kemandirian ekonomi, serta membangun transformasi pesantren yang adaptif dan digital tanpa menghilangkan identitas salaf.