Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa intelijen negaranya menemukan adanya upaya pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) memanipulasi pasar energi global demi keuntungan pribadi. Araghchi mengklaim sejumlah elemen pemerintah AS memanfaatkan media yang mudah dipengaruhi untuk mempengaruhi harga.
Selain itu, Araghchi juga menuding para aktor yang berpihak pada Israel turut mendorong terjadinya perang dengan menyebarkan penilaian yang terlalu optimistis. Pernyataan ini disampaikannya melalui platform X, dikutip dari Sputnik.
Hubungan Iran dan AS memang sedang menegang. Pada Februari, AS dan Israel menyerang sejumlah sasaran di Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran. Meski sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan di pertengahan Juni, kedua pihak kembali saling serang.
Hingga kini, konflik tersebut masih belum terselesaikan. Meski tidak ada permusuhan aktif secara fisik saat ini, AS memilih untuk terus meningkatkan tekanan ekonomi guna menciptakan kesulitan keuangan tambahan bagi Teheran.