Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menyoroti kondisi minoritas Muslim di India dalam Sidang ke-153 Inter-Parliamentary Union (IPU) di Arusha, Tanzania. Ketua BKSAP Syahrul Aidi Maazat menyampaikan hal ini dalam pertemuan Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC).
Menurut Syahrul, berbagai laporan lembaga HAM internasional mencatat diskriminasi, intimidasi, dan kekerasan terhadap komunitas Muslim di India, termasuk pembongkaran rumah, properti, dan tempat ibadah. Ia menegaskan kondisi ini tidak boleh luput dari perhatian internasional.
BKSAP mendorong parlemen negara-negara Muslim untuk menyatakan sikap dan menyerukan Pemerintah India menghormati HAM, kebebasan beragama, serta hak minoritas. Selain India, forum ini juga membahas persoalan Palestina dan Sudan.
"Kita menghormati kedaulatan setiap negara. Namun pada saat yang sama, penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia adalah nilai universal yang menjadi tanggung jawab bersama," ujar Syahrul.