Dampak Geopolitik Pemutusan Hubungan Diplomatik Antara Al-Jazair dan UEA

Rabu, 30 September 2026 pukul 11.45
Dampak Geopolitik Pemutusan Hubungan Diplomatik Antara Al-Jazair dan UEAIlustrasi (Auto-Generated)

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Aljazair dan Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan hubungan diplomatik setelah Aljazair menyatakan Duta Besar UEA persona non grata dan memintanya meninggalkan wilayah dalam 48 jam pada 10 September 2026. Aljazair juga menutup wilayah udaranya untuk semua pesawat UEA, sementara UEA berharap keputusan ini bersifat sementara dan tetap menjaga ikatan persaudaraan. Penyebab utama perselisihan ini adalah ketidaksetujuan Aljazair terhadap normalisasi hubungan UEA dengan Israel melalui Perjanjian Abraham, serta tuduhan Aljazair bahwa UEA menyebarkan pengaruh ideologis yang merusak stabilitas. Ketegangan meningkat sejak awal masa jabatan Presiden Abdelmadjid Tebboune pada 2020, diperparah oleh pernyataan sejarawan Aljazair yang menyebut identitas Amazigh sebagai proyek Zionis-Prancis. Dampak geopolitik dari pemutusan ini berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah dan dunia Arab, memecah solidaritas Liga Arab dan OKI, serta membuka celah bagi aktor eksternal untuk memperluas pengaruh. Konflik ini juga dapat memengaruhi dinamika regional terkait isu Palestina dan normalisasi dengan Israel. Pihak yang mungkin mengambil keuntungan termasuk negara-negara yang ingin memperlemah persatuan Arab, seperti Israel dan kekuatan global yang berkepentingan atas ketidakstabilan kawasan. Sementara itu, rakyat di kedua negara dan stabilitas regional secara keseluruhan berpotensi menjadi korban dari eskalasi ini.

Berita Terkait Lainnya