Bambang, seorang warga Pejompongan, ditemukan tewas mengenaskan setelah memutuskan kembali ke tokonya di tengah kericuhan untuk mematikan lampu yang tertinggal menyala. Meski istrinya telah berusaha mencegahnya karena kondisi tidak kondusif, sifat Bambang yang sangat teliti membuatnya tetap nekat pergi.
Kekhawatiran keluarga pun menjadi kenyataan ketika Bambang tak kunjung pulang hingga malam menjelang tengah malam. Putra-putranya, Wisnu dan Yoga, beserta sang ibu doing melakukan pencarian mendesak ke berbagai rumah sakit seperti RS Pelni, RSAL Mintoharjo, dan RSCM.
Titik terang baru muncul menjelang subuh saat Wisnu mendapat informasi bahwa ayahnya dibawa ke RS Polri. Namun, kelegaan tersebut seketika berubah menjadi duka mendalam karena Bambang telah dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan saksi dan video yang beredar, Bambang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok perusuh saat hendak mematikan lampu tokonya. Tubuhnya ditemukan dipenuhi lecam dan dalam video terlihat diseret secara tidak manusiawi sebelum tewas.