Rami Ben Hamo, seorang pekerja rumah tangga di kediaman resmi Perdana Menteri Israel, menggugat Sara Netanyahu atas dugaan kekerasan verbal dan kondisi kerja yang tidak wajar. Gugatan diajukan ke Pengadilan Perburuhan Regional Yerusalem dengan tuntutan kompensasi sebesar 450.000 shekel.
Dalam gugatannya, Ben Hamo mengaku dipaksa bekerja dengan jam kerja tidak teratur dan lembur hingga 80 jam per bulan. Ia juga mendapat hinaan bernuansa etnis serta diminta tetap bekerja meski baru menjalani prosedur medis jantung.
Pekerja tersebut juga membeberkan perlakuan merendahkan dari istri PM Benjamin Netanyahu, seperti diminta membersihkan tas dan sepatu perusahaan dengan tisu serta diharuskan mencuci tangan hingga 10 kali sehari. Jika lupa, ia akan dihujat dan diteriaki.
Gugatan ini diajukan sekitar sebulan setelah pekerja lain bernama Yehiel Ohev Ami juga mengajukan gugatan terpisah terkait kondisi kerja buruk di kediaman tersebut.