Gejala fisik seperti sakit kepala, nyeri dada, atau jantung berdebar kerap memunculkan pertanyaan apakah itu disebabkan oleh penyakit medis atau kondisi psikologis (psikosomatis). WHO menjelaskan bahwa stres emosional memang dapat memunculkan gejala fisik yang nyata, namun keduanya juga bisa saling memengaruhi.
Namun, keluhan fisik tidak boleh langsung dianggap sebagai psikosomatis hanya karena penderitanya sedang stres. Dokter tetap perlu melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pemeriksaan fisik dan tes penunjang, untuk mencari kemungkinan penyebab medis lain seperti infeksi atau gangguan organ.
Membedakan keduanya tidak bisa didasarkan pada jenis gejala semata. Diagnosis yang kompleks mempertimbangkan riwayat kesehatan serta respons psikologis pasien terhadap gejala tersebut, karena kondisi fisik dan psikis bisa terjadi bersamaan dan saling berkaitan.
Masyarakat diimbau untuk tidak mempertentangkan kondisi psikis dan fisik. Jika mengalami keluhan berulang atau gejala mendadak yang berat seperti nyeri dada hebat atau kesulitan bernapas, pemeriksaan medis segera sangat diperlukan dan tidak boleh sekadar dianggap akibat stres.