Kata "polyester" kini mengalami pergeseran makna di kalangan Gen Z, dari sekadar bahan pakaian menjadi sindiran untuk tampilan yang dianggap murahan atau norak, terutama di platform TikTok.
Fenomena ini muncul sebagai bentuk reaksi penolakan terhadap budaya fast fashion yang identik dengan produksi massal dan budaya beli-kenakan-buang.
Perubahan istilah ini menunjukkan bahwa perbincangan soal mode kini melampaui sekadar penampilan, melainkan juga membahas kelas sosial, kualitas, serta makna di balik bahan pakaian.
Bagi industri mode, tren ini menjadi peringatan penting karena merek yang bergantung pada bahan sintetis murah kini harus menghadapi generasi yang makin kritis terhadap citra sosial dari apa yang mereka kenakan.