Rutin melakukan olahraga seperti latihan kekuatan atau angkat beban terbukti dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara. Hal ini berkaitan dengan kemampuan olahraga dalam mengontrol proses inflamasi kronis dalam tubuh yang dapat menciptakan lingkungan mendukung pertumbuhan sel kanker.
Aktivitas fisik secara konsisten meningkatkan respons anti-inflamasi dan melepaskan endorfin yang baik untuk tubuh. Manfaat ini tidak hanya berlaku untuk pencegahan, tetapi juga membantu menekan risiko kekambuhan pada pasien kanker, termasuk kanker kolorektal, yang sudah menjalani pengobatan.
Meski demikian, olahraga bukanlah satu-satunya cara pencegahan kanker. Pemeriksaan kesehatan rutin, deteksi dini, dan penerapan pola hidup sehat secara menyeluruh tetap perlu dilakukan karena mekanisme biologis hubungan olahraga dan kanker masih terus diteliti.
Masyarakat tidak perlu memilih antara angkat beban atau kardio karena keduanya sama-sama bermanfaat. Konsistensi melakukan aktivitas fisik serta menyesuaikan intensitas olahraga dengan kondisi fisik masing-masing individu, termasuk bagi pasien kanker, menjadi kunci utama meraih manfaat kesehatan tersebut.