Penggunaan behel kerap dianggap sebagai aksesori penunjang gaya, mendorong maraknya layanan pemasangan behel murah oleh tenaga nonprofesional. Dokter gigi spesialis ortodonti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), drg. Puspitarini Nindya Wardana, menegaskan bahwa behel merupakan alat medis yang membutuhkan prosedur penanganan khusus, bukan sekadar aksesori.
Pemasangan kawat gigi memerlukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk radiografi, untuk menentukan diagnosis dan rencana perawatan sesuai kondisi setiap pasien. Tenaga nonprofesional kerap melewatkan tahap ini, sehingga arah pergerakan gigi dan tekanan yang diberikan tidak sesuai standar medis.
Pemasangan behel sembarangan berisiko menyebabkan pergerakan gigi tidak terkontrol, kerusakan jaringan penyangga gigi, resorpsi akar gigi, hingga infeksi akibat alat yang tidak steril. Tindakan asal pasang juga dapat memicu luka atau iritasi pada jaringan lunak di dalam mulut.
Masyarakat diingatkan untuk tidak memilih layanan behel hanya karena tren media sosial dan harga murah. Biaya memperbaiki kerusakan akibat pemasangan sembarangan berpotensi lebih besar, sehingga konsultasi dengan dokter gigi profesional dan kontrol rutin sangat penting untuk keberhasilan perawatan.