Kesibukan masyarakat perkotaan sering kali membuat pola makan berubah, di mana rasa lapar datang di luar jam makan utama dan mendorong orang memilih jajanan praktis seperti gorengan atau keripik.
Penelitian menunjukkan rasa lapar berkaitan dengan ritme tubuh. Pagi menjelang siang (sekitar pukul 09.00-12.00), kadar hormon ghrelin meningkat. Namun, karena aktivitas yang padat, banyak yang memilih camilan sebagai jalan keluar cepat.
Memasuki sore hari (pukul 15.00-18.00), tubuh mengalami penurunan energi dan konsentrasi atau post-lunch dip. Kondisi alami ini membuat seseorang merasa mengantuk dan memilih ngemil untuk menjaga semangat hingga waktu makan malam.
Pada malam hari (pukul 20.00 hingga tengah malam), dorongan untuk makan dapat muncul lagi sehubungan dengan ritme sirkadian, kurang tidur, dan aktivitas yang belum selesai, yang kerap berujung pada konsumsi camilan tinggi kalori secara spontan.