Terapi berbasis sel kini semakin dibicarakan sebagai perkembangan dalam pengobatan kanker. Namun, penggunaannya tidak sesederhana mengganti pengobatan konvensional yang sudah ada.
Presiden Direktur PT Bifarma Adiluhung, dr. Sandy Qlintang, menjelaskan bahwa terapi tersebut lebih tepat disebut sebagai terapi sel imun, bukan stem cell. Sel imun pasien diambil, diperkuat di laboratorium, lalu dikembalikan ke tubuh untuk menyerang sel kanker.
Terapi sel bukanlah pilihan tunggal dalam pengobatan kanker. Tahapan pengobatan harus dimulai dari kemoterapi, bedah, radioterapi, dan penggunaan antibodi, sebelum akhirnya menggunakan terapi sel sebagai terapi tambahan atau ajuvan.
dr. Sandy menegaskan bahwa pengobatan kanker tidak bisa hanya mengandalkan satu metode. Terapi sel harus dikombinasikan secara terintegrasi dengan modalitas pengobatan lainnya agar lebih efektif sesuai kondisi pasien.