Obesitas tidak hanya memicu masalah jantung dan metabolik, tetapi juga memperberat kerja lutut dan meningkatkan risiko osteoartritis (OA) lutut akibat beban mekanis berlebih serta faktor proinflamasi dari jaringan lemak.
Pengelolaan berat badan komprehensif menjadi kunci penting untuk mengurangi beban sendi. Namun, penderita obesitas kerap menghadapi tantangan seperti keterbatasan gerak akibat nyeri dan kesulitan mengubah pola makan, sehingga terkadang membutuhkan dukungan medis seperti farmakoterapi.
Penurunan berat badan sekitar 10 persen terbukti mampu meredakan nyeri lutut dan memperbaiki fungsi fisik secara signifikan. Upaya ini harus diimbangi latihan fisik agar massa otot tetap terjaga dan berat badan tidak mudah naik kembali.
Bagi penderita OA lutut, aktivitas fisik disarankan dimulai dari latihan berdampak rendah (low-impact) dengan intensitas ringan. Durasi dan intensitas latihan kardio serta kekuatan ini dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.