Fenomena "China Haul" sedang viral di mana wisatawan asing sengaja membawa koper kosong untuk memborong barang di China. Data Kementerian Perdagangan mencatat belanja wisatawan manca negara mencapai 263,6 miliar yuan (US$39 miliar) pada tujuh bulan pertama 2026, naik 27,8% dari tahun lalu, menandakan pergeseran daya tarik wisata dari sekadar budaya ke aktivitas belanja masif.
Pusat teknologi Shenzhen, khususnya kawasan Huaqiangbei, menjadi magnet utama dengan penjualan perangkat AI, drone, dan robot melonjak, dikunjungi ribuan pembeli asing per hari. Di sisi lain, kota Changsha menarik wisatawan untuk membeli makanan ringan dan produk kreatif lokal, dengan toko menawarkan hingga 35.000 jenis produk, menunjukkan keragaman suvenir modern.
Kebijakan bebas visa dan transit bebas visa yang diperluas serta skema pengembalian pajak (tax refund) yang naik tiga kali lipat menjadi katalis utama. Pada Januari-Agustus 2026 tercatat 61,29 juta perjalanan lintas perbatasan, di mana 23,72 juta di antaranya memanfaatkan skema bebas visa, membuat perjalanan singkat untuk belanja jadi lebih praktis.
Kemudahan pembayaran digital via WeChat dan Alipay yang terhubung dengan kartu internasional melengkapi ekosistem belanja. China menargetkan 190 juta kunjungan wisatawan internasional per tahun pada 2030 dengan nilai belanja US$150 miliar, memperkuat posisi negara tersebut sebagai destinasi wisata belanja global terintegrasi.