Riset terbaru dari Segara Research Institute mengungkap bahwa 73,8 persen mitra pengemudi ojek online (ojol) terjun ke profesi ini karena tidak memiliki pilihan pekerjaan lain. Survei yang melibatkan 506 pekerja gig di lima kota besar pada Agustus-September 2026 menunjukkan 40,3 persen responden memilih sektor gig akibat gagal mendapatkan pekerjaan formal, dengan 57,3 persen di antaranya belum pernah bekerja di sektor formal. Khusus pengemudi ojol, 22,1 persen memilih profesi ini setelah mengalami PHK, dan 23,3 persen berusia 45 tahun ke atas yang menghadapi kesulitan terserap kembali ke dunia kerja konvensional.