Eni SpA dan Repsol SA sedang mencari investor eksternal untuk menggarap proyek ladang gas raksasa Perla di lepas pantai Venezuela. Kedua perusahaan yang masing-masing memiliki 50 persen saham tersebut berencana menjual sebagian kepemilikan untuk mendapatkan tambahan modal pengembangan. Langkah ini dilakukan setelah AS melonggarkan sanksi energi Venezuela pada Februari lalu, yang memungkinkan perusahaan global beroperasi di sektor migas negara tersebut.
Eni dan Repsol telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Venezuela untuk mulai mengekspor gas pada akhir 2031, dengan target meningkatkan produksi gas dari ladang Perla lebih dari dua kali lipat. Gas tersebut akan diekspor dalam bentuk LNG melalui terminal terapung. Namun, kedua perusahaan menolak berkomentar mengenai rencana penjualan saham ini.
Sebelumnya, AS mengeluarkan dua lisensi umum yang mengizinkan Chevron, BP, Eni, Shell, dan Repsol mengoperasikan proyek minyak dan gas di Venezuela, serta perusahaan lain untuk menegosiasikan kontrak investasi baru dengan PDVSA. Lisensi ini melarang transaksi dengan entitas Rusia, Iran, China, atau perusahaan yang dikendalikan oleh negara-negara tersebut.