Indonesia tengah berada di persimpangan sejarah ekonomi digital dengan potensi investasi asing senilai Rp360 triliun untuk pembangunan infrastruktur Data Center dan AI. Namun, iklim investasi nasional terancam oleh kebijakan pemerintah daerah yang secara sepihak menghentikan proyek data center di Jawa Barat dengan alasan lingkungan dan pasokan air.
Ekonom senior INDEF, Didik J. Rachbini, menilai langkah Gubernur Jawa Barat tersebut sebagai pukulan telak terhadap kepastian hukum dan iklim investasi. Ia mengingatkan bahwa Indonesia berisiko mengulangi kesalahan masa lalu, seperti lepasnya industri semikonduktor ke Malaysia pada 1980-an.
Para ekonom khawatir bahwa penghentian proyek ini dapat membuat investor asing kabur dan menghambat perkembangan ekonomi digital nasional. Kepastian hukum dan stabilitas kebijakan dinilai menjadi kunci untuk mempertahankan minat investasi di sektor strategis ini.