Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi, Sulawesi Tengah, merayakan 13 tahun berdirinya dengan transformasi masif dari lahan ilalang dan kampung kecil menjadi pusat hilirisasi nikel terintegrasi terbesar. Kawasan ini kini mengelola tiga klaster utama industri, mulai dari stainless steel, carbon steel, hingga bahan baku baterai untuk kendaraan listrik, didukung fasilitas energi, pelabuhan, dan bandara sendiri.
Pertumbuhan industri ini menciptakan ledakan lapangan kerja, di mana jumlah pekerja melonjak dari 35.592 orang (2020) menjadi 100.310 orang per September 2026. Kehadiran puluhan ribu pekerja tersebut mendorong perputaran ekonomi lokal yang diperkirakan mencapai Rp5,9 triliun per tahun pada 2025, serta tumbuhnya ribuan UMKM sektor kuliner, transportasi, dan jasa di sekitar kawasan.
Dampak makro terlihat pada pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai 9,43% (yoy) pada kuartal IV 2025, ditopang dominasi sektor industri pengolahan nikel dan pertambangan. Kepala Perwakilan BI Sulteng mencatat percepatan signifikan dibanding kuartal sebelumnya sebesar 7,79%.
Selain infrastruktur dan produksi, IMIP menegaskan komitmen membangun ekosistem ekonomi inklusif dengan melibatkan kontraktor lokal, penyedia logistik, dan pelaku UMKM sebagai tulang punggung kehidupan para pekerja. Perjalanan 13 tahun ini menandai pergeseran Bahodopi dari wilayah terpencil menjadi simpul strategis industri nikel nasional.