Kelangkaan beras kemasan premium ukuran 2,5 kg, 5 kg, dan 10 kg terjadi di sejumlah ritel modern dan toko sembako, sementara beras curah justru berlimpah di pasar tradisional seperti Pasar Parung, Bogor, dan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta. Pedagang menyebut pasokan beras kemasan sudah lama kosong dan harga yang tersisa mengalami kenaikan, diduga akibat penyesuaian harga dari pabrik.
Bapanas menjelaskan bahwa kelangkaan beras premium kemasan di ritel modern disebabkan produsen yang sebelumnya memasok beras fortifikasi tidak lagi memproduksi produk tersebut. Penghentian produksi dilakukan setelah pengawasan Bapanas bersama Satgas Pangan menemukan ketidaksesuaian antara kandungan nutrisi dengan klaim pada label, di mana hampir 90% produksi beras fortifikasi yang diperiksa bermasalah.
Saat ini produk beras fortifikasi tersebut diperintahkan ditarik dari peredaran di ritel modern dan masih dievaluasi oleh Satgas Pangan Polri. Sementara itu, harga beras premium di tingkat pedagang Pasar Induk Beras Cipinang tercatat sekitar Rp14.200 per kg, masih di bawah HET Rp14.900 per kg.
Kondisi ini menciptakan kontras antara pasar tradisional yang dipenuhi beras curah dan ritel modern yang kekurangan stok beras kemasan, sementara pedagang berharap pasokan kembali normal setelah penyesuaian harga dari pabrik selesai.